Selamatkan bumi kita ini

Selamatkan bumi kita ini

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.

Pemanasan global (global warming) merupakan sesuatu yang tak terbantahkan lagi dan dapat menimbulkan dampak sangat mengerikan. Dunia makin panas karena disebabkan oleh berlubangnya lapisan ozon akibat pencemaran udara. Ini merupakan tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, kita tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun.
Laporan terakhir Panel PBB untuk Perubahan Iklim atau United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70% antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir. Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Pemanasan Global menjadi topik yang sangat serius dalam permasalahan lingkungan hidup dimasa kini di seluruh dunia, karena dampak negatif yang ditimbulkan olehnya terhadap semua makhluk hidup manusia dan hewan.
Pemanasan Global dipicu oleh meningkatnya emisi gas-gas rumah kaca, diantaranya CO2 ,CO, SO2, NO2 dan lain-lain ke dalam lingkungan ekosistem. Hal ini dapat menyebabkan perubahan panas bumi, iklim yang terganggu dan punahnya beberapa spesies hidup di muka bumi ini. Untuk mengatasi hal ini diperlukan perhatian semua pihak untuk menjaga kelestarian alam dengan memelihara hutan yang lestari dan mengurangi emisi gas-gas berbahaya kedalam lingkungan hidup.

Efek Rumah Kaca

Matahari merupakan sumber energy terbesar bagi bumi. Sebagian besar energy tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek. Pada saat energy ini tiba di permukaan bumi, energy ini berubah menjadi panas yang menghangatkan bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Beberapa faktor yang turut menyumbang emisi gas rumah kaca :
1. Emisi karbon dari pembuatan pakan ternak
a. Penggunaan bahan bakar fosil dalam pembuatan pupuk menyumbang 41 juta ton CO2 setiap tahunnya
b. Penggunaan bahan bakar fosil di peternakan menyumbang 90 juta ton CO2 per tahunnya (misal diesel atau LPG)
c. Alih fungsi lahan yang digunakan untuk peternakan menyumbang 2,4 milyar ton CO2 per tahunnya, termasuk di sini lahan yang diubah untuk merumput ternak, lahan yang diubah untuk menanam kacang kedelai sebagai makanan ternak, atau pembukaan hutan untuk lahan peternakan
d. Karbon yang terlepas dari pengolahan tanah pertanian untuk pakan ternak (misal jagung, gandum, atau kacang kedelai) dapat mencapai 28 juta CO2 per tahunnya. Perlu Anda ketahui, setidaknya 80% panen kacang kedelai dan 50% panen jagung di dunia digunakan sebagai makanan ternak.7
e. Karbon yang terlepas dari padang rumput karena terkikis menjadi gurun menyumbang 100 juta ton CO2 per tahunnya
2. Emisi karbon dari sistem pencernaan hewan
a. Metana yang dilepaskan dalam proses pencernaan hewan dapat mencapai 86 juta ton per tahunnya.
b. Metana yang terlepas dari pupuk kotoran hewan dapat mencapai 18 juta ton per tahunnya.
3. Emisi karbon dari pengolahan dan pengangkutan daging hewan ternak ke konsumen

a. Emisi CO2 dari pengolahan daging dapat mencapai puluhan juta ton per tahun.

b. Emisi CO2 dari pengangkutan produk hewan ternak dapat mencapai lebih dari 0,8 juta ton per tahun.

Usaha-usaha untuk menyelamatkan bumi
Disaat Bumi yang kita tempati kian panas memang bukan saatnya bagi kita untuk saling menyalahkan serta lempar tanggung jawab, sebagai masyarakat bumi kita bisa melakukan banyak hal untuk menyelamatkan Bumi ini sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita masing-masing. Hindari penggunaan benda berbahan plastik seperti kantong plastic atau botol plastik, gunakan sepeda kayuh/dayung untuk jarak ± 5 km, tanam pohon atau rawatlah minimal 1 pohon untuk 1 orang akan lebih baik jika mampu merawat dan menjaga pohon yang telah ada. Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca. Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.

Kesimpulan
1. Perlunya semua pihak berperan serta dalam menjaga lingkungan yang sehat dan lestari mulai dari pemerintah hingga kepada semua masyarakat.

2. Pengusaha dalam bidang industri kimia meminimalisasi emisi gas-gas rumah kaca ke lingkungan dengan penggunaan teknologi penanganan limbah gas yang mutakhir, contohnya mengalirkan gas CO2 melalui air kapur tohor agar tidak mencemari lingkungan

3. Bagi masyarakat pengguna barang-barang elektronik yang mengandung gas-gas berbahaya seperti Freon (contohnya : AC, kulkas) hendaknya merawat serta memperhatikan (maintenance) barang-barang tersebut agar tidak mencemari lingkungan ketika rusak.

4. Hindari penggunaan benda berbahan plastik seperti kantong plastic atau botol plastik, gunakan sepeda kayuh/dayung untuk jarak ± 5 km.

5. Tanam pohon atau rawatlah minimal 1 pohon untuk 1 orang akan lebih baik jika mampu merawat dan menjaga pohon yang telah ada.

6. Peternakan hewan adalah salah satu penyebab yang signifikan dari pemanasan global; Kurangi produksi daging hewan dan kurangi mengkonsumsi daging hewan.

7. Segeralah lakukan karena Bumi kita semakin mengkhawatirkan; Akan tinggal dimanakah anak dan cucu kita kelak bila saat ini kita sudah merusak tempat tumbuh dan bermain untuk mereka?
-bs-

Tangerang, 6 Nopember 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: